ketika saya masih di Mentawai saya pernah berpikir,gimana sih surabaya itu?
ketika saya sampai di surabaya yang pertama saya penasaran bagaimana dengan makanannya apakah sama dengan padang,yang kedua saya minum teh dan saya minta teh pahit,akan tetapi teh yang ada di surabaya bedah dengan teh yang ada di kota padang sama juga dengan rasa kopinya,lambat laun setiap saya bertemu orang dimana orang itu sudah pernah kita bertemu atau sedikit sering,suasananya bedah kadang sapa dan juga kadang tidak sapa namun hal itu saya hanya berpikir mungkin itu sebuah budaya atau mungkin memang hidup di kota besar seperti surabaya memang begitu atau hanya beberapa orang saja.namun walau kelihatannya orang surabaya tidak bersahabat kalau ada yang mau ditanya pasti ditunjukin bedah dengan situasinya di kota yogjakarta kadang malas menjawab pertanyaan kita.bukan hanya itu saja yang pernah saya amati di kota surabaya tetapi saya perhatikan dengan lingkungannya yang masih kategori bersih standar kota dari pada kota-kota lain yang pernah saya kungjungi dan melihat dari perkembangan di kota surabaya sangat dikategorikan bagus dan melihat kehidupan penduduknya,ekonominya hampir rata-rata masyarakat kota surabaya itu masyarakat produktif.
hari-demi hari akhirnya saya tau bagaimana itu surabaya,pergaulannya bagaimana bersosialnya dan pertama datang di surabaya,saya merasa ini kota yang tidak cocok dengan saya namun saya sadari bahwa transfer budaya itu memang membutuhkan waktu untuk berproses.
hari-demi hari akhirnya saya tau bagaimana itu surabaya,pergaulannya bagaimana bersosialnya dan pertama datang di surabaya,saya merasa ini kota yang tidak cocok dengan saya namun saya sadari bahwa transfer budaya itu memang membutuhkan waktu untuk berproses.
0 komentar:
Posting Komentar